Penerimaan Pajak Terancam Gagal Target, Sri Mulyani Pusing



Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati cukup pusing mengurusi pungutan pajak di negeri ini. Karena, kesadaran rendah sehingga penerimaan pajak 2016 dipastikan gagal target.

Penerimaan Pajak Terancam Gagal Target, Sri Mulyani Pusing


"Saya anggap pekerjaan rumah paling besar bagi kami, pemerintah Republik Indonesia, dan Ditjen Pajak adalah terus menerus melakukan sosialisai dan dialog mengenai perpajakan," kata Menkeu Ani, sapaan akrabnya di Kantor Direktorat Jendral Pajak (DJP), Jakarta, Senin (16/01/2017).

Ani bilang, instrumen pajak menjadi sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Di mana, perolehan pajak di Pulau Jawa, tentunya akan didistribusikan kepada masyarakat Indonesia di sebelah timur.

"Bagaimana kita melihat Indonesia negara yang memproklamirkan sebagai negara merdeka, berdaulat, bersatu, kita ingin antarkan masyarakat Indonesia di pintu gerbang kemerdekaan untuk membangun masyarakat yang adil, makmur, martabat dan menjadi warga dunia yang menjaga kedamaian dunia," papar Mulyani.

Sehingga, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, memungut pajak merupakan tugas yang tidak mudah. Perlu kerja keras dan komitmen dari semua kalangan, termasuk dari wajib pajak.

"Ini tugas berat untuk kita bisa mencapai tujuan negara Republik Indonesia. Satu hal penting dalam rangka tujuan tersebut adalah dengan mengumpulkan pajak yang cukup sehingga cita-cita negara bisa kita laksanakan secara baik," tandasnya.

Asal tahu saja pemasukan pajak di 2016 mencapai Rp 1.105 Triliun. Capaian ini boleh dibilang masih rendah lantaran 82% dari target pajak yang tercantum dalam APBN-Perubahan 2016. Namun bila ditilik dari jumlah uang yang masuk, penerimaan pajak pada 2015 adalah yang terendah sejak 2013.

Pemasukan dari program amnesti (pengampunan) pajak atau tax amnesty, berkontribusi 10% dari total penerimaan pajak. Atau nilainya mencapai Rp103 triliun. Lantaran penerimaan pajak jeblok, bisa jadi Menkeu berparas ayu ini menjadi sulit tidur. Mudah-mudahan tidak. (INH)