Jokowi: Masyarakat Di Jawa Manja, BBM Naik Rp 500 Demonya Sampe 3 Bulan, Bagaimana Dengan Di Papua



Presiden Joko Widodo mengkritik masyarakat yang sering kali berdemo ketika harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Terutama masyarakat yang berada di Pulau Jawa. Lantas dia membuat perbandingan dengan masyarakat Papua yang sejak lama menikmati BBM dengan harga sangat tinggi.

Jokowi:Masyarakat Di Jawa Manja, BBM Naik Rp 500 Demonya Sampe 3 Bulan, Bagaimana Dengan Di Papua

“Kita ini yang di Jawa naik Rp 500, Rp 1000, demonya tiga bulan, yang di Papua harganya, 60, 70, 80 ribu, 100 ribu, nggak pernah demo bertahun-tahun,” ujar Jokowi saat menghadiri ulang tahun Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia di Hotel The Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (15/1).

Ya, sebelum pemerintah menerbitkan kebijakan satu harga pada November 2016, harga BBM premium di Papua apalagi di daerah pegunungan mencapai Rp 60 ribu-Rp 100 ribu per liter. Padahal, di daerah Jawa, harganya hanya 6.450.

Namun, selama puluhan tahun, rakyat di timur Indonesia itu tidak pernah melayangkan protes dengan menggelar aksi demo.

“Yang kemarin saja yang naik pertamax sama pertalite saja ada yang demo. Padahal yang naik bukan premiumnya. Sekali lagi di Papua yang naik bertahun-tahun nggak pernah demo padahal harganya 60, 70, 80 ribu,” tutur Jokowi.

Dia menekankan, sejak awal, pemerintah terus menjalankan kebijakan-kebijakan ekonomi yang berjiwa Pancasila, yaitu kebijakan ekonomi yang bernafaskan gotong- royong, yang menghantarkan kebijaksanaan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Termasuk dalam menetapkan harga BBM. “Inilah yang kita hantarkan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Presiden Joko Widodo mengkritik masyarakat yang sering kali berdemo ketika harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Terutama masyarakat yang berada di Pulau Jawa. Lantas dia membuat perbandingan dengan masyarakat Papua yang sejak lama menikmati BBM dengan harga sangat tinggi.

“Kita ini yang di Jawa naik Rp 500, Rp 1000, demonya tiga bulan, yang di Papua harganya, 60, 70, 80 ribu, 100 ribu, nggak pernah demo bertahun-tahun,” ujar Jokowi saat menghadiri ulang tahun Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia di Hotel The Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (15/1).

Ya, sebelum pemerintah menerbitkan kebijakan satu harga pada November 2016, harga BBM premium di Papua apalagi di daerah pegunungan mencapai Rp 60 ribu-Rp 100 ribu per liter. Padahal, di daerah Jawa, harganya hanya 6.450.

Namun, selama puluhan tahun, rakyat di timur Indonesia itu tidak pernah melayangkan protes dengan menggelar aksi demo.

“Yang kemarin saja yang naik pertamax sama pertalite saja ada yang demo. Padahal yang naik bukan premiumnya. Sekali lagi di Papua yang naik bertahun-tahun nggak pernah demo padahal harganya 60, 70, 80 ribu,” tutur Jokowi.

Dia menekankan, sejak awal, pemerintah terus menjalankan kebijakan-kebijakan ekonomi yang berjiwa Pancasila, yaitu kebijakan ekonomi yang bernafaskan gotong- royong, yang menghantarkan kebijaksanaan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Termasuk dalam menetapkan harga BBM. “Inilah yang kita hantarkan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.(PS)