Otak Bayaran



KITA memang akan selalu berpikir dari sudut apa yang bagi kita penting. Yang tujuannya akhirat hitungannya ridha Allah, yang cuma duniawi pikirannya selalu untung atau rugi.

Otak Bayaran


Mereka yang inginkan surga Allah, tidak menghitung untung rugi bila sudah perintah Allah, dengar dan taat. Yang duniawi? Mereka hitung, aku dapat apa atau berapa banyak?

Wajar saja aksi #BelaQuran kemarin memicu reaksi tak wajar mereka yang hanya hitungannya duit dan uang, bagi mereka Tidak Mungkin peserta begitu besar datang tanpa Dibayar.

Karena yang tidak beriman memang tak mengerti dorongan iman, bagi mereka orang bisa digerakkan hanya dengan materi, maka tuduhannya selalu sama, pasti peserta aksi Dibayar.

Ketika ada yang menolaknya berkampanye, tuduhan itu langsung sama, ‘mereka Dibayar, bukan orang asli’, sebab si otak duit ini memang sulit berpikir ada dorongan aqidah.

Bisa jadi ukuran itu didapatkan dari dirinya sendiri, yang harus Dibayar untuk melakukan sesuatu, tak memahami dorongan aqidah selain hanya dunia dan dunia.

Dan tuduhan pun sudah dilayangkan “kebanyakan mereka (yang ikut aksi #BelaQuran), mereka bilang mereka dapat uangnya, 500.000”, angkuhnya menuding.

Jika yang hadir kemarin 2,3 juta Muslim, dan katanya sebagian besar mendapat uang, berarti lebih dari 50%, hitung saja berapa uang yang harus dikeluarkan?

Dan sebaliknya, justru kita berani membuktikan sebagian besar datang dengan pengorbanan masing-masing, sukarela demi menunjukkan kecintaannya pada Al-Quran.

Lihat baik-baik, takkan tenang kaum Muslim bila orang-orang angkuh semisal ini diberikan tempat, senantiasa memecah belah, menuduh, menuding, jadikan suasana tak damai.

Kita tetap akan kawal sampai penista Al-Quran ini dihukum seberat-beratnya, kita tunjukkan bahwa kita bersuara bukan sebab apapun selain karena kita mencintai agama ini.

Oh ya, saya ingin tahu secara umum saja, siapa yang hadir di aksi #BelaQuran 411 dan dibayar?

Tolong komen disini? Dan yang nggak dibayar, silakan komen juga.