Intelijen Kecolongan Soal Demo 411, Jokowi Langsung Evaluasi Kinerja POLRI



Presiden Joko Widodo menilai pengamanan demonstrasi 4 November 2016 oleh Polri seharusnya bisa lebih baik daripada apa yang terjadi. Menurut ia, ada kesilapan dari Polri perihal estimasi jumlah demonstran sehingga ada korban jatuh dalam unjuk rasa yang dilakukan Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNF-MUI).

Intelijen Kecolongan Soal Demo 411, Jokowi Langsung Evaluasi Kinerja POLRI


"Perkiraan kalkulasi (jumlah demonstran) harus didetailkan lagi," ujar Presiden Joko Widodo saat membuka acara pengarahan terhadap Mabes Polri di gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 8 November 2016.

Lin Che Wei, orang yang dipercaya pemprov DKI untuk memimpin revitalisasi kota tua ini menjabarkan secara detil daya tampung masjid Istiqlal pada status facebooknya.

Dengan tegas, Lin Che Wei, membantah tudingan Ahoker yang menuliskan bahwa jumlah peserta aksi tersebut hanya maksimal 50.000.

Intelijen Kecolongan Soal Demo 411, Jokowi Langsung Evaluasi Kinerja POLRI


Jumlah yang disebut Lin Che Wei hanyalah perkiraan maksimal berdasarkan daya tampung masjid Istiqlal. Belum lagi ditambah peserta yang menunaikan salat Jumat di masjid lain dan di jalan, dan peserta perempuan.

Menyadari kekeliruan itu, Jokowi pun bergegas mengevaluasi kinerja kepolisian

Personel Polri yang mendapat pengarahan dari Jokowi adalah Kepala Polda se-Indonesia, jajaran pejabat utama Polri dan Kepala Regu dan Pleton Polri.

"Khusus yang Danru dan Danton, itu adalah yang bertugas pada demonstrasi 4 November kemarin," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Agus Rianto, Selasa pagi.

Sebelumnya, melalui lini masa twitter, Andi Arief, mantan stafsus SBY menyampaikan bahwa Jokowi salah mendapatkan info akurat mengenai aksi damai 411.

Andi menuturkan bahwa seseorang atau kelompok yabg diduga memasok info kepada Jokowi, berasal dari konsultan, bukan hasil kerja intelijen.

Akibatnya, Jokowi tidak memperoleh gambaran yang tepat mengenai Aksi Damai Bela Quran 4 November 2016 lalu itu.